Menampilkan: 1 - 3 dari 3 HASIL

Benarkah Bertani Porang Menguntungkan?

Menurut Suhartini, harga porang di pasaran sedang anjlok, akibat adanya eksportir nakal yang mencampur chips porang dengan iles-iles jenis lain yang mirip dengan porang.

Hal ini yang mengakibatkan beberapa petani merugi karena chips porang mereka tidak terserap pasar, sementara tehnik pengolahan porang belum banyak yang menguasai dan perlu teknologi bagus yang mendukung, terlebih pengeringan porang dengan cahaya matahari harus dilakukan dengan sempurna.

“Tahun 2017 dan 2018 itu adalah tahun-tahun di saat porang sedang mahal-mahalnya. bibitnya saja sampe 400 ribu sekilo. Sekarang nggak ada yang mau tanam, karena gak ada yang beli. Banyak yang stress petani porang,” ungkap Suhartini sedih. “Makanya ada pelatihan ini, Ya seperti itulah pak, dan satu-satunya Kabupaten di NTB yaitu Lombok Timur yang Pemdanya perhatian ke petani porang,” imbuhnya.

Harga Telur Melonjak, Cek di Sini!

Sejumlah bahan pangan diantaranya telur, cabai rawit sampai minyak goreng curah masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), Senin (22/8). Harga telur melonjak sampai Rp30.000/kg pada hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa.

Harga telur di Nusa Tenggara Timur Rp32.150/kg, Gorontalo Rp34.000/kg, Papua Barat Rp34.000/kg, Sulawesi Tengah/kg Rp34.600/kg, Maluku Rp39.600/kg, Papua Rp39.650/kg.
Padahal harga telur di periode normal hanya dijual dengan harga Rp24.000/kg di kawasan Pulau Jawa.

Di DKI Jakarta Rp31.350/kg, Jawa Barat Rp30.800/kg, Banten Rp30.850/kg, Jawa Timur Rp29.550/kg, Jawa Tengah Rp29.700/kg, DI Yogyakarta Rp28.750/kg.

Selain telur cabai rawit masih mengalami lonjakan harga. Misalnya, Di DKI Jakarta Rp60.000/kg, Riau Rp61.250/kg, Sumatera Selatan Rp62.450/kg.