Cetak Petani Milenials, Tumbuhkan Rasa Cinta Anak pada Pertanian.

Cetak Petani Milenials, Tumbuhkan Rasa Cinta Anak pada Pertanian.

Nilaiku.id– Pembangunan pertanian di Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan regenerasi sumber daya manusia (SDM) yang tidak berjalan dengan baik. Padahal, untuk menjadi negara yang mandiri dalam hal pangan, peran petani menjadi sangat sentral. Sayangnya, profesi menjadi petani nampaknya cukup menurun di era digital ini.

Meskipun ada sebagian kecil saja yang mau bertani. Pada kenyataanya milenial, sebagai generasi dengan populasi usia kerja terbanyak mayoritas lebih memilih menjadi ASN, bekerja di perusahaan-perusahaan dan lain-lain.

Generasi Milenials calon penerus bangsa

Rendahnya minat generasi muda untuk mengelola usaha dan terjun di bidang pertanian terlihat dari Data Badan Pusat Statistik Nasional yang menunjukkan penurunan jumlah angkatan kerja pertanian,34 persen pada 2014, 31.9 persen pada 2017, dan 29.5 persen pada 2019.

Generasi Milenials

Berdasarkan tingkat pendidikan, tenaga kerja pertanian didominasi oleh tamatan, sementara yang tamat Perguruan tinggi yang terjun pada usaha tanii, menurut data tahun 2019 tidak lebih dari 2 persen. Hal ini menjadi keresahan tersendiri bagi berbagai pihak baik secara lembaga maupun perorangan, termasuk founder MicroAid-NilaiKu, Richard Beresford.

Richard Beresford memberi caption pada sebuah foto yang dibagikan, “Calon petani milenial, ada cerita apa di baliknya,?” kata Richard.

Generasi Milenials

Foto tersebut menunjukan anak-anak tengah berada di kebun dengan ajir bambu yang berjejer rapi di atas gundukan tanah yang tertutup mulsa, salah satu anak memegang bibit tanaman dan mengacungkannya, nampak rasa senang dengan apa yang mereka lakukan.

Jika mau mau mengambil kesimpulan sepintas, nampaknya anak-anak tersebut memiliki ketertarikan terhadap kebun di lokasi di mana foto tersebut di ambil. Hal ini, menjadi pertanda milenials bisa saja diarahkan untuk menekuni dunia pertanian sejak dini dengan menumbuhkan kecintaannya melalui pendidikan baik formal dan non formal.

Pendidikan pertanian penting untuk menumbuhkan petani yang handal, mampu menumbuhkembangkan pertanian di sektor lain, seperti bisnis hingga teknologi.

Anak-anak Didik Asuhan DT Peduli sedang Belajar Bertani

Dengan pendidikan sedini mungkin pada usia sekolah juga bisa mengubah mindset milenial tentang petani, bahwa usaha pertanian memungkinkan adanya jaminan kesejahteraan petani bila dikelola dengan profesional dan menggunakan teknologi yang baik.

Yuk! Kita cetak Petani Milenial di daerah masing-masing, terlebih anak-anak muda kita melek gadget dan teknologi, sehingga tak akan sulit untuk bisa melakukan marketing sesuai dengan eranya, yakni era digital. Semoga bermanfaat! Pakai Terus NilaiKu alat Promosi Usahamu Sehar-hari. Unduh di PlayStore! Klik DI SINI.

Selamat Menempuh Hidup Baru & Update NilaiKu

Nilaiku.id – Sahabat NilaiKu Pasaman Barat baru saja membagikan Kartu Bisnis Digital yang seyogyannya dipakai untuk mempromosikan produk. Namu, Sahabat NilaiKu yang satu ini memang kreatif dan inspiratif, apa pasal?

Musabab, ada seorang rekannya yang menikah saat ini bernama Deri, Lusi pun memanfaatkan KBD untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Deri, dengan menyertakan sebuah foto yang bertuliskan lafal doa yang diriwayatkan oleh Abu Daud, yakni doa Baginda Nabi SAW untuk pengantin baru.

“Barokallah laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a baina kuma fii khoir”

Dalam gambar tersebut disertakan pula arti lafalan doa dalam bahasa Arab dengan tulisan Latin tersebut; ” Semoga Allah SWT memberkahimu, baik ketika senang maupun sulit dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.

“Cocok banget nih, di hari bahagia untuk update/unduh aplikasi NilaiKu MicroAid https://nilai.to/nilaiku7 karena siapa tau menjadi wasilah untuk usaha keluarga,” tulis Lusi dalam caption yang ia bagikan ke beberapa anggota WAG.

Selain produk baru yang diunggah menjadi KBD NilaiKu, ternyata Lusi bisa kepikiran juga, ya pakai KBD aplikasi NilaiKu untuk memberi ucapan selamat kepada pengantin baru. Menarik sekali, Sahabat! Sontak saja Jalu Wardhana, Sahabat NilaiKu Depok memberikan Bintang Lima dan mengomentarinya.

“Keren sekali doa dan kartu ucapannya” tulis Jalu.

Klik Gambar Untuk Instal NilaiKu

Kenapa Lusi Mengajak Update?

Oh, ya! Info penging buat kamu, nih! yang belum instal dan update NilaiKu, sekarang NilaiKu sudah di Versi.7 dengan berbagai perbaikan bugs bikin caramu berpromosi makin anteng dengan hadirnnya Jendela Toko, di mana kamu bisa menuliskan berbagai deskripsi produk secara lengkap dengan hanya mengisi kotak-kotak yang sudah disediakan. Selain itu Jendela Toko juga bikin calon pelangganmu mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang produkmu.
Pakai Terus NilaiKu, Alat Promosi Ushamau sehari-hari!

Ayo instal dan update NilaiKu sekarang juga! Klik di sini: PlayStore

Layang-layang PMI Pasaman Barat

Layang-layang PMI Pasaman Barat

Hari Relawan yang diperingati setiap tanggal 26 Desember 2021 dirayakan juga oleh Relawan PMI di Pasaman Barat. Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, para relawan di PMI Pasbar ini melakukan penerbangan layang-layang yang khusus dipesan dari Sahabat NilaiKu Garut yaitu Gern Boriel.

Sepuluh layangan berlogo PMI ini dipesan langsung oleh Bu Lusi di Pasaman Barat melalui aplikasi NilaiKu. Walau jarak yang cukup jauh, namun transaksi secara online masih banyak dilakukan, salah satunya, pembelian Layang-layang yang ternyata bisa juga lewat online.

Keren yaa… Geren dan temannya juga bisa membuat layangan dengan logo berbeda sesuai permintaan dari pembeli.

Yang mau pesan layang-layang bisa hubungi Geren melalui NilaiKu ya: Gern Boriel Garut 

Ibu Mahani, Wanita Inspiratif

Ibu Mahani, Wanita Inspiratif

NilaiKu.id – Di Lendang Nangka atau Pringgayudha yang merupakan sebuah desa di kecamatan Masbagik kabupaten Lombok Timur, ada seorang wanita yang aktif bersosial media di berbagai platform.

Namanya Mahani. Dan sebagai seorang pengusaha pengolah hasil pertanian seperti cabe dan tomat menjadi makanan olahan ia sadar betul bahwa pemasaran secara online adalah sebuah keniscayaan di zaman ini.

Berkat abon cabe yang ia kelola bersama Kelompok Wanita Tani Tetu-Tetu, tak jarang dirinya disambangi para pejabat dari pemerintahan daerah dan pusat.

Kegiatan Pengguna NilaiKu Lombok Timur
Mahani Berbagi Pengetahuan Aplikasi NilaiKu

“Karena harga cabe anjlok waktu itu, saya coba mengolahnya menjadi abon cabe, saus dan sambal dalam kemasan, terkadang saya keliling juga tanya ke para petani, mau nggak nih sambalnya ditukar dengan cabe segar?” terang Mahani kilas balik ikhwal terpikir dirinya memproduksi abon cabe yang diberi merk Abon Cabe Tetutetu.

Sejak memproduksi Abon cabe, gayung bersambut! “Kebetulan saya pakai aplikasi NilaiKu untuk promosi dan menyebarkannya melalui sosial media, alhamdulillah kalau untuk produksi ada saja tergantung pesanan,” jelas Mahani yang kini sering diundang untuk mengikuti pameran kewirausahaan dan berbagai even lainnya.

”Kesempatan tersebut kadang saya kasihin ke orang agar mereka kebagian, atau jika mereka tidak bisa, paling tidak produknya kami ikutsertakan dalam pameran,” imbuh Mahani.

“Jika ada tamu datang, ada yang menarik perhatian mereka, yakni banner NilaiKu yang dipasang ini, mereka tanya apa itu? Ya saya jelaskan ini adalah salah satu aplikasi yang saya pakai untuk melakukan promosi secara online, saya juga tak henti mengajak siapa saja yang punya usaha untuk bergabung menggunakan aplikasi NilaiKu,” terang Mahani, “Saya pun mengajarkan penggunaannya semampu saya,” imbuh dia.

Suhartini: Petugas dan Kompakan, Yuk!

Suhartini: Petugas dan Kompakan, Yuk!

Desa Lendang Nangka merupakan sebuah desa di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur yang terbilang cukup maju pembangunannya. Desa ini seringkali menjadi desa rujukan sebagai standar bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Lombok Timur.

“Alhamdulillah, Desa kami memang diperhatikan dan sering kedatangan tamu, baik dari pemerintah pusat dan daerah, kita juga sering ikutan berbagi event, terutama di bidang usaha pertanian,” ungkap Mahani, Sahabat NilaiKu Lombok Timur.

Tak jarang Lendannangka menjadi juara di berbagai kegiatan pembangunan dan ajang lomba antar desa lainnya, salah satunya mendapatkan Bintang Selaparang, sekaligus menobatkan Lendangnangka sebagai desa pertama yang meraihnya karena tingkat kemajuannya.

Menurut berbagai literatur, masyarakat Desa Lendangnangka adalah masyarakat Sasak Muslim yang menggunakan bahasa relatif agak berbeda dengan bahasa Sasak pada umumnya mulai dari kata-kata hingga dialek yang mereka gunakan.

Sumber air minum terbesar bernama Otak Aik Tojang di daerah ini juga menjadikan Lendangnangka terbilang bagus di bidang pertanian, daerah ini terkenal sebagai penghasil buah-buahan dan sayuran, selain juga terdapat petani tembakau pada musim kemarau.

Suhartini pada kegiatan panen melon

Dengan jaringan internet yang cukup baik membuat warganya bisa menggakses informasi degan baik pula, bisa berselancar di Google mencari pengetahuan tentang dunia tani dan UMK, serta memanfaatkan aplikasi NilaiKu untuk mempromoikan usahanya.

Dan yang menjadikan Desa Lendangnangka spesial adalah semangat gotong-royong dan kekompakan masyarakatnya dalam bekerja dan berkarya, baik di lingkungan masyarakat itu sendiri maupun saat berkolaborasi dengan pegawai pemerintahan, misalnya saja saat harus bekerja sama dengan para petugas dari dinas pertanian setempat.

“Sebetulnya karena petugasnya juga sih, yang aktif terjun ke lapangan, para petugas PPL selalu melakukan kunjungan dan menyampaikan informasi apapun kepada kami, misalnya tentang pupuk, atau hal lainnya, contohnya bu Suhartini, beliau aktif sebagai petani juga, di dunia maya, misalnya di Whatsapp Grup NilaiKu Lotim beliau juga terlihat aktif,” terang Mahani (18/10).

Keaktifan para petugas PPL ternyata menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun kekompakan di tingkat petani, di mana interaksi positif dan semangat proaktif petugas dalam membangun kekompakan demi tujuan bersama adalah spirit yang membuat Lendangnangka terbilang maju dan berkembang.

Kunjungan KWT

“Alhamdulillah dari mereka (masayarakat petani) bilang sih, sekarang serasa nyambung dan ‘hidup’ dengan PPL katanya. Ada dibuatkan Whatsapp Grup sebagai wahana komunikasi dan (berbagi) informasi selalu mreka dapatkan katanya. Alhamdulillah kedepannya kita akan buktikan kalo kami bisa,” kata Suhartini, petugas PPL setempat. Meski demikian, Suhartini mengatakan masalah kekompakan menurutnya baru akan menuju kompak.

“Kayaknya belum terlalu kompak mnurut saya, pak! Tepatnya baru mau kompak deh! karena kan baru-baru ini juga saya tugas di desa Lendangnangka jadi hasilnya belum ada kelihatan. Alhamdulillah sekarang KWT dan Kelompok-kelompok tani  sudah mulai tergugah dan mau diajak untuk melakukan perubahan kedepannya,” terang Suhartini yang juga pengguna aplikasi NilaiKu.

Menurutnya kekompakan bisa terjadi apabila masayarakat mau dibimbing melakukan suatu kegiatan. “Misalnya tentang pemanfaatan pekarangan, nih. Kalo dari mereka saja tidak ada keinginan untuk dibina maka sulit bisa berhasil jadi PPL pak, untuk itu kita sebagai PPL harus proaktif! dari masyarakatnya juga punya semangat ekstra dalam membangun, baik secara offline maupun online,” pungkas Suhartini kepada nilaiku.id (18/10). Lihat modal Sosial Suhartini di sini: Modal Sosial

NilaiKu di Dada Tim Bola Voli

NilaiKu di Dada Tim Bola Voli

Ada sebuah permainan olahraga  bola besar yang menggunakan tangan dan anggota tubuh lainnya, di mana dalam olahraga ini  para pemainnya sama sekali tidak pernah kontak fisik seperti layaknya kita temukan dalam permainan sepak bola karena para pemainnya hanya boleh berada di area permainannya sendiri, sehingga adanya pertandingan persabatan sangat cocok dalam olah raga ini, ituah olah raga volly Ball atau Bola Voli.

Bola Volley ini awalnya bernama Mintonette, diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga, yakni baseball, bola tangan, bola basket dan tenis,

Di desa-desa, olahraga bola voli ini masih menjadi kegemaran, tak jarang dilakukan oleh anak-anak muda dan para orang tua yang masih sanggup melakukannya.  

Voli Cilik Sahabat NilaiKu Garut

Selain menjadi salah satu olah raga dalam menunjang kebugaran, bola voli di kampung-kampung menjadi pilihan sebagai hiburan warga, terutama ketika ada turnamen dan kompetisi antar kampung, warga akan dengan ska cita menyempatan diri menonton turnamen tersebut guna memberikan dukungan bagi tim kampung kesayangannya masing-masing.

Salah satunya tampak di daerah Garut, tepatnya di Kecamatan Samarang, grup bola voli El-Visi masih sangat aktif melakukan kegiatan bola voli ini.

“Jika tidak diundang, kami yang giliran mengundang untuk melakukan pertandingan persahabatan antar kampung. Undang pun bisa datang ari luar kecamatan, misalnya kecamatan Tarogong, Pasir Wangi dan lain-lain. Awalnya Elvisi bernama Ladok, dua tahun ini kita ganti biar nggak kalah melulu! hahaha,” ucap Warstito, Sahabat NilaiKu Garut sambil berkelakar menjelaskan ikhwal pergantian nama grup.

Kegiatan Olahraga Voli dari Sahabat NilaiKu Garut

Ketika ditanya ikhwal memasang logo NilaiKu di kaos tim voli Warsito menjawab, “Oh, iya! Kami ini kan pemainnya rata-rata para pengguna aplikasi NilaiKu, jadi dengan memasang logo NilaiKu di kaos tim Elvisi, kami ingin membuat orang penasaran dan tahu apa sih NilaiKu, setidaknya selalu ada yang bertanya seusai pertandingan, saya bilang NilaiKu adalah aplikasi untuk promosi bagi para petani dan UMK, cari aja di PlayStore dan instal,” terang Warsito kepada nilaiku.id (1/10/21).

Warsito menjelaskan bahwa tim voli dibentuk kembali dalam rangka mempersatukan dan menguatkan ikatan silaturahmi warga, terutama para petani yang tergabung di kelompok Sari Tani yang telah berhasil menghasilkan padi terbaik di Kabupaten Garut.

“Sengaja kita pasang logo secara swadaya di kaos tim voli, biar yang lain juga pakai NilaiKu gitu, karena kita telah merasakan manfaat aplikasi ini,” pungkas Warsito. Terimakasih banyak atas logo yang terpasang di kaos tim voli Elvisi. Semoga Elvisi semakin maju berprestasi! Olahraga selalu mengandung nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, kekeluargaan dan semangat kerjasama. Salam olahraga, Salam Lima Jari! Pakai Terus NilaiKu.

Unduh NilaiKu di sini

Video Promo NilaiKu

Jual Beli Produk? Online-kan saja dengan NilaiKu, Praktis dan Mudah!

Pemeran: Annie Mariah, Sahabat NilaiKu Sukabumi

Video yang dibuat dari dan untuk Sahabat NilaiKu, dipersembahkan oleh NilaiKu MicroAid

YouTube player

NilaiKu. Membantu Jual Beli Kebutuhan Petani

Pemeran: Geren & Abah, Sahabat NilaiKu Garut

Video yang dibuat dari dan untuk Sahabat NilaiKu, dipersembahkan oleh NilaiKu MicroAid
YouTube player

Promosi Mudah pakai NilaiKu!

Pemeran: Geren,Sahabat NilaiKuGarut

Video yang dibuat dari dan untuk Sahabat NilaiKu, dipersembahkan oleh NilaiKu MicroAid
YouTube player

KATA MEREKA TENTANG NILAIKU

ARIP AHMAD,SAHABAT NILAIKU TASIKMALAYA
YouTube player

Mau Mudah Bertemu Banyak orang, Kenapa Tidak Online-kan Saja?

Mau Mudah Bertemu Banyak orang, Kenapa Tidak Online-kan Saja?

“Hanya Allah yang tau, yang jelas saya tetap Jualan

Begitulah judul yang disematkan dalam sebuah narasi yang ditulis oleh Sahabat NilaiKu di Pasaman Barat dalam sebuah postingan di salah satu Whatsapp Grup NilaiKu.

Apa yang disampaikan Lusi Intan Sari, ibu rumah tangga yang kerap menuliskan kalimat-kalimat inspiratif dalam berbagai hal, baik di KabarKu beranda aplikasi NilaiKu maupun di beberapa platform sosialmedia lainnya ini, mungkin merupakan sebuah kegundahannya yang bisa jadi merupakan kegundahan kita semua atas kondisi yang terjadi saat ini dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk sikap atas kondisi usaha bagi beberapa pelaku usaha di negeri kita dengan status pandemi yang tak kunjung usai, hal ini tampak dalam isi postingan tersebut:

“Setuju yaa teman-teman? Jangan jadikan faktor yang tidak bisa kita mengaturnya menjadi hambatan, jadi tidak semangat berusaha dan sebagainya. Jika khawatir ketemu banyak orang, kenapa tidak online saja. Masih banyak jalan menuju Roma, masih ada Nilaiku yang bisa digunakan dimana saja. Jika orang bisa, kenapa kita tidak bisa? Kalau ada kendala sampaikan ya Bapak/Ibu dan teman-teman semuanya,” tulis Lusi, solutif mencoba menyuntikan mood booster bagi kawan-kawannya.

Walaupun tidak bisa digerelasir, apa yang coba ia sampaikan adalah fakta, bahwa saat ini ada ketakutan dan rasa khawatir yang dirasakansebagian orang dalam menyikapi masa-masa sulit ini, takut bergerak, takut tertular wabah, takut memulai hal baru, takut mengambil keputusan, takut gagal dan lain sebagainya.

Tetapi, di balik itu semua sebagian lainnya ternyata tetap memiliki dan memupuk optimisme, rasa semangat dalam melangkah, dimana berbagai hambatan yang ada tidak dijadikannya penghalang, baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari maupun dalam melakukan aktivitas usaha agar tetap memenuhi kebutuhan hidup dan mengais pundi-pundi rupiah.

Semua orang tentu faham dan bisa melihat kenyataan bahkan merasakan, bahwa usaha yang dilakukan secara offline terutama bagi para pelaku usaha kecil mikro adalah yang paling terdampak oleh adanya pandemik ini. Dan, solusinya adalah seperti apa yang dikatakan Sahabat NilaiKu Pasaman Barat tersebut, memupuk rasa optimis dan beralih ke cara-cara online dalam berusaha, dimana MicroAid mewadahi dan mensupport apa yang ingin dilakukan para petani dan pelaku UMK dalam mempromosikan produk usahanya agar tetap berjalan melalui aplikasi NilaiKu.

Masih banyak jalan menuju Roma, masih ada Nilaiku yang bisa digunakan dimana saja. Jika orang bisa, kenapa kita tidak bisa? pertayaan sederhana ini pasti ada jawabannya. Pakai terus NilaiKu, download di sini: NilaiKu MicroAid.

5 Tips Sederhana dalam Berpromosi

Melakukan promosi adalah sebuah keharusan bagi para pemilik usaha, baik usaha besar, kecil ataupun UMK selalipun, sehingga produk kita dapat dikenal lebih luas dan jumlah pembeli pu meningkat agar kemungkinan terjadinya transaksi dan naiknya omset bisa tercapai.

Sebagai aplikasi yang diperuntukan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan para petani, NilaiKu memilki karakter tersendiri yang sangat berbeda dengan aplikasi jualan online lainnya, selain Anda bisa berpromosi dalam memperkenalkan produk dengan brosur yang diistilahkan KBD (Kartu Bisnis Digital), Anda juga bisa berinterkasi dengan para pengguna lainnya melalui fitur KabarKu, PesanKu dan JalinanKu. Jika Anda penasaran ingin merasakan bagaimana unikya aplikasi NilaiKu ini, Anda harus mendapatkan pengalaman itu sendiri dan bisa langsung download di link berikut: PlayStore

Dalam berpromosi dan atau berjualan online, tentunya setiap orang mempunyai strategi jitu-nya masing-masing untuk mendekati calon pelanggan dan konsumen, tetapi dengan menggunakan aplikasi NilaiKu ada baiknya Anda meperhatikan beberapa hal berikut ini:

Pastikan Gambar Sesuai dengan Produk Asli

Saat seseorang berbelanja secara konvensional katakanlah di pasar tradisional atau toko kelontongan, ia bisa melihat barang yang ingin dibeli secara langsung maka kondisi barang relatif terjamin karena sudah jelas terlihat. Maka dengan demikian, pastikan Anda menjamin foto produk atau gambar barang yang tertera di KBD adalah sesuai dengan aslinya, dan berikan juga jaminan rasa percaya kepada calon konsumen Anda.

Beri Deskripsi yang Lengkap dan Singkat

Tuliskan informasi yang lengkap, detail namun sesingkat mungkin sehingga calon pembeli dapat mengetahui dengan pasti spesifikasi produk Anda, diantaranya; bila itu produk makanan maka informasi berdasarkan jenis produk, varian, rasa, bahan baku, nilai gizi, masa kadaluwarsa dan lain-lain pastikan tercantum dalam desripsi. Keterangan tersebut bisa juga dicantumkan pada label kemasan produk Anda.

Isi postingan di KabarKu dengan konten informatif, kreatif & Berfaedah.

Konten jadi salah satu kunci bisnis online, dengan postingan yang tampil di lini masa yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha Anda seperti foto produk dan identitas usaha sebagai konten dalam berpromosi juga penting, lho! Maka buatlah postingan yang tidak terlalu jauh dari usaha yang Anda kembangkan dengan hal-hal informatif, menarik, berfaedah bahkan menghibur.

Jangan lupa, sertakan link produk atau link modal sosial Anda untuk memancing pembeli tergerak melihat katalog produk yang Anda jual. Pastikan produk difoto dengan pencahayaan yang baik dan latar belakang yang membuat foto tetap fokus pada produk Anda.  

Sering-seringlah Membagikan KBD ke Sosial Media.

Selain membuat postingan secara berkala setiap harinya dengan waktu yang terjadwal sesuai dengan target pasar Anda, konsistensi untuk tetap aktif menggunakan aplikasi dan berjejaring sosial adalah hal yang juga harus dilakukan, sehingga semakin lama calon pembeli akan semakin aware terhadap produk Anda, karena sejatinya promosi harus dilakukan secara berulang-ulang, artinya Anda harus melakukan repitisi dalam memposting promosi produk Anda, sehingga ada efek latah yang membuat calon pembeli teringat terus akan produk yang Anda jual.

Hal ini, tak jauh beda dengan iklan di TV atau radio yang seringkali memutar iklan obat sakit kepala, maka ketika Anda sering melihat atau mendengar iklan tersebut, maka otomatis saat Anda sakit kepala Anda akan ingat produk tersebut, kemudian dalam kepala Anda ada perintah untuk membeli produk tersebut.

Jangan Pelit ngasih Diskon dan Bebas Ongkir

Sebagai penjual, tentu Anda sangat tahu berapa nilai keuntungan dari produk yang Anda jual, berapa keuntungan yang ingin Anda raih.? Untuk itu sering-seringlah memberikan tawaran gratis ongkir dalam jumlah pemesanan dan jangkauan jarak tertentu, yang pasti Anda tetap memiliki selisih laba dari harga pokok penjualan produk Anda, hal ini penting untuk menggaet konsumen baru dan merawat loyalitas pelanggan.

Demikian beberapa hal sederhana yang bisa Anda dilakukan dalam berpromosi atau menjual produk dengan menggunakan aplikasi NilaiKu, tentu saja banyak hal lain yang bisa dijadikan strategi dalam memasarkan produk Anda, seperti berbagi KBD dan link modal sosial melalui pesan japri di WA dengan pendekatan pribadi dari teman ke teman dan lain-lain.

Selamat mencoba, sukses selalu dengan usahanya! Pakai terus NilaiKu! Salam lima jari.