NilaiKu.id – Petani sayuran jenis Caisim di Kabupaten Sukabumi harus menanggung rugi besar akibat harga caisim di Kabupaten tersebut masih sangat rendah, terutama di wilayah Sukaraja. Hingga kini harga caisim atau sawi hijau masih dihargai 200rupiah perkilogramnya.

Hal tersebut diketahui, berdasarkan obrolan di WhatsApp Grup Sahabat NilaiKu, saat pengguna baru aplikasi NilaiKu bernama Ijay dari Garut menanyakan berapa harga sosin alias caisim di wilayah masing-masing pengguna NilaiKu.

” Assalamualikum, bapak ibu yang ada di grup ini, butuh inpo dong kalau haga sayuran ini berapa yah …kalau di kampung sayah namanya sosin? harganya di daerah bapak ibu berapa yah kalau dari petani,” tanya Ijay

“Kalau di lombok hanya 3000/kg kalau di pasar lokal tempat saya paling hanya di ikat ikat limaratusan,” jawab bu Mahani, Sahabat NilaiKu Lombok Timur.

“5000/kg.” Jawab Agus, Sahabat NilaiKu Sumedang

“Masih Rp200,-,” kata Annie Mariah, Sahabat NilaiKu Sukabumi.

Dari obrolan tersebut, harga caisim berbeda di tiap daerah, Petani di Sumedang terbilang cukup beruntung karena harga sawi hijau terbilang cukup istimewa di banding Tasikmalaya di angka Rp2000-3000-, Garut Rp3000,-, Lombok Timur Rp3000,-/kg.

3 Bulan Harga Anjlok Bertahan

Berdasarkan penelusuran nilaiku.id petani sayuran di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, sudah lama mengeluhkan harga jual sawi caisim ke pasar hanya dihargai Rp200,- perkilogramnya sejak bulan Juli 2022 lalu.

Kondisi tersebut juga sempat membuat para petani memilih untuk membiarkan caisim membusuk di ladang hingga membabatnya tanpa dipanen. Hal ini pun berkaitan dengan panen raya sayuran di Kabupaten Sukabumi.

Melansir Sukabumiupdate.com, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengingatkan para petani untuk melakukan diversifikasi produk pertanian dengan tujuan supaya harga bisa terjaga saat memasuki musim panen sehingga petani tidak merugi. Imbauan tersebut merespons harga jual sawi caisim yang menurun drastis di pasaran hingga Rp 200 per kilogram.

Kondisi ini bahkan menyebabkan puluhan hektare lahan caisim di Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, dibiarkan membusuk di ladang. Turunnya harga Caisim ini dipengaruhi banyaknya pasokan sayuran dari berbagai daerah. Akibat harga jual sawi ke pasar yang begitu rendah Petani pun mengalami kerugian

“Pupuk naraek, ari harga panen murah bae….rek hasil ti mana petani?” ungkap Ijay, menanggapi murahnya harga caisim di Sukabumi.

Saya Pengguna Baru NilaiKu

Ijay, Sahabat NilaiKu Garut bukan tanpa sebab menanyakan berapa harga caisim di berbagai daerah. Kepada nilaiku.id ia menjelaskan bahwa dirinya adalah pengguna baru NilaiKu yang ingin membantu orang tuanya yang notabene adalah petani kecil dan sudah sepuh di daerah Cikajang, Kabupaten Garut.

Menurutnya, para orang tua yang berprofesi sebagai petani perlu banyak informasi yang tersebar di internet dan sosial media, termasuk bagaimana ia mengetahui berapa harga hasil pertanian di pasaran dan saling bertukar informasi.

“Saya kaget sekali, caisim di Sukabumi harganya cuma duaratus. Di garut sih Rp2000,- perkilo. Nantilah saya belum bisa memberikan pendapat soal NilaiKu. Karena baru kali instal, saya ini mondok, kebetulan saya sedang ada di rumah bantu-bantu orang tua yang punya lahan sedikit. Makanya saya pakai NilaiKu ingin tahu seperti apa,” terang Ijay, yang masih berstatus anak pondok di salah satu pesantren di Kabupaten Garut. Ia berharap dengan instal NilaiKu bisa membantu orangtuanya.

Lihat produk Ijay di aplikasi NilaiKu, klik: Jendela Toko

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *