Cara Pemupukan Tanaman Cabe Agar Berbuah Lebat

NilaiKu.id – Agar tanaman cabai tumbuh dan berbuah sesuai dengan harapan, perhatikan tahapan-tahapan pemupukan, dan pilih jenis pupuk yang sesuai dengan fase pertumbuhannya.

Merangkum berbagai sumber, sebaiknya Anda memperhatikan pemupukan yang bertahap semenjak lahan atau media tanam disediakan dan diolah. Lantas, pupuk apa sajakah yang biasa diberikan pada tanaman cabai sesuai dengan fase pertumbuhannya? Berikut penjelasannya:

Pupuk Dasar

Pada tahap awal, gunakan pupuk dasar sebelum bibit ditanam dengan menggunakan pupuk kandang dan kapur pertanian, Anda bisa melakukannya sebelum pemasangan mulsa sebanyak setengah dosis.

Adapun, jenis-jenis pupuk dasar yang cukup baik untuk tanaman cabai, diantaranya: Pupuk kandang/kompos (berikan dalam jumlah banyak), Urea/Za (berikan dalam jumlah sedikit), TSP/SP36 (berikan dalam jumlah banyak), KCl (berikan lebih sedikit daripada pupuk phosphat
Dolomit/Kaptan (Kalsium dan Magnesium), ditabur diatas bedengan setelah pupuk N, P dan K ditutup/dicampur dengan tanah.

Pupuk NPK Phonska
Bila Anda telah menggunakan pupuk dasar jenis NPK Phonska, maka Anda tidak perlu memberikan urea karena kandungan nitrogen telah tersedia pada NPK. Anda hanya perlu menambahkan pupuk TSP/SP-36 dan pupuk KCl. Sebagai contoh, perbandingan pupuk Urea/Za, SP36 dan KCl adalah = 16 : 50 : 30 (16% N : 50% P : 30% K).

Phonska

Pupuk Susulan

Pupuk susulan bertujuan memenuhi unsur hara pada fase vegetatif hingga generatif awal dengan cara dicairkan terlebih dahulu. Pencairan pupuk ini bertujuan agar hara yang dibutuhkan pada tanaman cabai menjadi cepat tersedia. Selain itu, akan lebih cepat pula diserap oleh tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman akan menjadi baik dan sehat.

Setelah tanaman berumur 1-4 minggu, Anda bisa melakukan pemupukan kembali dengan menggunakan sisa pupuk dasar dengan cara disiram larutan air dan pupuk, setiap tanaman disiram dengan 150-250 ml larutan pupuk dengan perbandingan 1,5 sampai 3kg pupuk buatan per 100liter air

Sementara pada Fase Generatif, saat tanaman cabai mulai membentuk bunga, bakal buah dan membentuk buah, berikan pupuk lebih banyak dibandingkan fase sebelumnya.

Pupuk yang bagus untuk tanaman cabai pada fase generatif adalah N, P, K, Kalsium dan Magnesium.Saat tanaman cabai mulai berbunga hingga buah masak, berikan konsentrasi pupuk dengan sedikit N, perbanyak P, K, Ca dan Mg.Perbandingan pupuk N, P dan K pada saat tanaman cabai berbunga dan berbuah adalah : 6% N : 35% P dan 55% K.

Pupuk Kalsium dan Magnesium

Pupuk Kalsium dan Magnesium
Pupuk kalsium biasanya pupuk kalsium juga memiliki kandungan unsur lain seperti Magnesium, Boron, Mo, Fe dan lain sebagainya.Jenis pupuk tanaman cabai ini diberikan ketika tanaman cabai mulai membentuk buah.

Dosis pupuk kalsium untuk tanaman cabai adalah 2 kg perseribu tanaman cabai.Pupuk kalsium sebaiknya diberikan dengan cara dikocorkan (dilarutkan terlebih dahulu) agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman cabai. Dalam seribu tanaman cabai diperlukan 2 kg pupuk kalsium yang dilarutkan dengan 200 liter air, dikocorkan 200 ml per tanaman.

Pupuk Daun (Pupuk Mikro)
Pupuk daun yang memiliki kandungan unsur hara mikro diberikan dengan cara disemprotkan ke daun dan keseluruh bagian tanaman. Pupuk daun bisa diberikan sejak tanaman cabai umur 7 HST dan diulangi setiap 7 hari sekali.

Jenis pupuk terbaik untuk tanaman cabe rawit

Menurut beberapa sumber, seperti para petani cabe yang tergabung di beberapa grup pertanian, dalam sebuah diskusi, diketahui bahwa pupuk NPK 15-15-15 merupakan pupuk perangsang yang baik bagi pertumbuhan daun dan buah tanaman cabe rawit.

Gunakan 1 sendok makan pupuk NPK dicampur dengan 1 liter air. Aplikasikan ke bagian media tanam cabe rawit. Tetapi jangan sampai mengaplikasikan pada bagian batang dan daun karena akan membuat tanaman cabe menjadi stress.

Semoga bermanfaat! Pakai terus NilaiKu, alat Promosimu Sehari-hari. Download di PlayStore.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.