Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Sahabat yang saya hormati, baik para petani, pelaku UMK, Petugas Penyuluh Lapangan di mana pun Anda berada, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan lahir batin dan senantiasa dianugerahi keberkahan dalam hidup kita, Aamiin.

Perkenalkan saya Lusi Intan Sari, saya pelaku usaha mikro, peternak kecil dan isteri dari seorang penyuluh di daerah Pasaman Barat yang  merasa gundah dengan sebuah kondisi yang menurut saya tidak baik-baik saja dan perlu sebuah solusi nyata yang sedikit banyak mungkin bisa membantu. Dan Izinkan saya berbagi cerita ini.

Saya lihat di daerah kita, kini sedang musim mangga kuweni atau bahasa kita di sini disebut Kuini. Bukan hal yang kebetulan pada akhirya seorang teman pun ada yang menawarkan buah kuininya kepada saya. Saya tanya, stock nya banyak nggak? Ia menjawab mangga-nya sedang banyak-banyaknya. Lalu saya minta izin untuk memasukannya foto mangga-nya ke Kartu Bisnis Digital saya di aplikasi Nilaiku, sehingga mangga yang ia punya bisa saya tawarkan lagi ke orang lain di sosial media dan lewat nomer kontak saya, dan saya pun membagikan KBD ke grup wa yang ada di hp saya. 

Setelah saya bagikan, alhamdulillah! Ternyata ada yang langsung nyantol alias tertarik membeli mangga. Saya pun membelinya dengan  memesan 2 Kg mangga, ditambah pesanan dari hasil share KBD yang saya lakukan sekira 16 kilo jadi ada total 18 kilo pesanan kuini.

Alhamdulillah, teman saya senang sekali, terlebih perasaan senang yang saya rasakan, padahal hanya sekedar turut memposting mangga-nya. Dari sini saya bisa menyimpulkan berdasarkan pengalaman yang saya alami, ternyata! MasyaAllah! sesuatu yang simpel kita lakukan, bisa juga menyenangkan hati orang lain, mungkin karena ia merasa terbantu, meski apa yang saya lakukan mungkin tak seberapa. Itu artinya NilaiKu memberikan manfaat tidak hanya bagi para penggunanya, tapi juga orang yang kita bantu jual produk yang mereka miliki. Dan untuk mendapatkan manfaat aplikasi NilaiKu, rupanya nggak harus punya produk sendiri, tapi bantu promosi produk orang lain juga sangat bisa, dan rasanya luar biasa! Nggak bisa saya ungkapkan  semuanya.

Saya jadi ingat keseharian seoarang petugas penyuluh lapangan, mengunjungi para petani dan sering berinteraksi dengan mereka, mungkin para pertugas ini akan lebih faham kondisi yang terjadi di lapangan atas kehidupan mereka, saran saya kenalkan mereka dengan Nilaiku. 

Seperti yang kita tahu, saat hasil panen mereka berlimpah, terkadang harga yang ditawarkan para pengepul masih rendah dan kurang menguntungkan para petani, bahkan terkesan mengabaikan peran mereka yang bekerja setiap hari dengan sekuat tenaga, hal yang tidak dapat dilakuakn setiap orang. Sementara ada beberapa orang yang mengambil keuntungan lebih banyak lagi, bisnis memang bisnis! Tapi setidaknya harus sama-sama diuntungkan. Saya merasa jerih payah mereka seperti nggak terbayar gitu. Apalagi kalo hasil panennya sedikit, waaahhh! Kasiaan petaninya, sementara jika ingin jual sendiri nggak tau kemana?

Nah! Disini nih, sebetulnya kita bisa gunakan aplikasi Nilaiku untuk membantu mereka dengan membagikan produknya lewat KBD kita supaya maksimal. Setahu saya, versi terbaru ini juga fiturnya makin menarik dan ngasih manfaat, kita bisa saling berbagi kabar, menambahkan teman dari kontak WA, dan bisa buat grup sendiri juga di aplikasi NilaiKu, Berikut saya sertakan link untuk install dan update aplikasi NilaiKu: https://nilai.to/nilaiku_512

Semoga cerita saya ini, sedikit banyaknya bisa memberikan inspirasi agar kita sama-sama bergerak maju dan mendapat manfaat dari perkembangan dunia online. Terima kasish telah membaca cerita saya ini.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Pasaman, 31 Mei 2021

Lusi Intan Sari, Pelaku UMK Pasaman Barat

***

Lihat Modal Sosial Lusi, Klik di sini: MODAL SOSIAL

Komentar

  • Di Balik Kesuksesan 4 Koordinator Tim Petani NilaiKu – NilaiKu
    Balasan

    […] Lusi Intan Sari adalah sosok ibu rumah tangga yang inspiratif dengan manajemen keluarganya yang unik berhasil mengelola usaha peternakan skala kecil alias skala rumahtangga bersama suaminya Rida Warsa, di Pasaman Barat. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *