Syarief Hidayat, petani NilaiKu yang cukup sohor dan dikenal aktif oleh warga Langensari, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi sebagai pegiat tani di beberapa Poktan ini mengaku telah merasakan manfaat aplikasi NilaiKu. Ia berkeinginan besar agar masyarakat petani tahu betul faedahnya yang sudah ia rasakan.
“Alhamdulillah, sesudah menggunakan NilaiKu. Dalam komunikasi, bisnis, sedikit demi sedikit sudah mulai cerah. Walaupun masyarakat belum banyak yang tahu. Harusnya, sesama petani tahu bahwa ternyata manfaat nilaiKu itu besar. Alhamdulillah, Ternyata manfaatnya besar, kita bisa saling memberi tahu informasi. Dalam hal bisnispun sekarang kita ga akan kena kibul lagi dari para tengkulak tentang harga, di grup tani atau grup NilaiKu kami bisa saling Komunikasi.”
Bagaimana dengan Anda? Oh, ya! Sudah diupdate NilaiKu-nya? https://play.google.com/store/apps/details?id=com.microaid.nilaiku
Sobat NilaiKu, Jual beli sistem barter atau saling tukar barang tanpa dengan uang di zaman ini ternyata masih ada, ini hal yang langka! Namun menarik dan seru ya?
Begini kejadiannya, ibu Asrimin menawarkan produk kue Burasaq untuk ditukar dengan jeruk hasil panen ibu Hera di Garut saat ibu Hera mempromosikan jeruk Garut-nya melalui Kartu *NilaiKu* yang dibagikan ke semua grup WhatsApp.
“Bu asrimin pingin coba jeruk Garut tuker sama kue burasaq-nya” begitu tanggapannya, lalu terjadilah barter di era teknologi. Gayung bersambut, ibu Asrimin di Lombok Timur tertarik untuk melakukan barter.
Anda pun juga bisa melakukan hal yang sama seperti mereka. Promosikan produk Anda, dan bagikan ke grup WhatsApp dan lihat tanggapan teman-teman Anda.
Gotong royong membantu membeli dagangan teman itu indah!
Maman Sugiaman (60), warga Karangtengah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi memiliki lahan beberapa petak di sekitar rumahnya, ia jadikan kolam dan beternak ikan nila, secara berkala dalam waktu tiga bulan sekali ia memanen hasilnya.
“Saya pasarkan hasil panen hanya di sekitar sini aja, laba yang saya dapat adalah tersedianya benih baru,” ungkapnya ikhwal usaha ternak ikan yang ia tekuni. Maman juga menanam sayuran di galengan kulahalias sekat tanah pinggir kolam. “Apa saja saya tanam di sini,” imbuhnya (5/10/2020).
Maman menebar Sangkal (benih ikan ukuran kecil) di kolamnya untuk dikembang-biakan hingga ikan-ikan membesar dan siap dikonsumsi. Setelah besar dan bertelur kemudian menetas baru dijual, rata-rata ada 4 ekor ikan dalam berat 1 kilogram.
“Dan keuntungannya, kita punya benih baru lagi, karena ikan yang sudah menetaskan telur yang dijual. Pasar Alhamdulillah masih ada terus,” jelasnya kepada NilaiKu. Maman terbilang jarang menjual ikannya ke pasar, dengan alasan kebutuhan di sekitar daerahnya pun masih belum terpenuhi, ia memanfaatkan ponsel sebagai media komunikasi dan alat untuk menunjang kelancaran usahanya dengan meng-install aplikasi NilaiKu.
“Saya tahu aplikasi NilaiKu dari Viana (salah satu tim NilaiKu – red), nggak, ga ketemu, maksudnya begini, kebetulan anak saya juga bekerja di Dinas Pertanian dan ia yang mengenalkan saya dengan aplikasi NilaiKu. Meskipun saya jarang mengotak-atik, tapi saya membukanya untuk nyari tahu ada yang jual apa di sana, barangkali saya membutuhkan,” terang Maman.
Kini, Maman bisa menjual ikannya dengan harga Rp 28 ribu/kg. “Tapi sekarang harganya sedang ada di kisaran 25 ribu Rupiah,” ia mengaku harga jual ikannya masih terbilang lumayan, karena jenis ikan lokal yang ia ternakan masih sangat banyak diminati.
“Ikannya tidak seperti dari tempat lain dengan sistem ternak jaring, konon katanya kurang enak dibanding ikan lokal.” kata Maman. Maman sudah menggunakan NilaiKu untuk mencari tahu apa yang dijual oleh teman-teman sesama petani. Bagaimana dengan Anda?
Link Modal Sosial: https://nilai.to/maman.sugiaman
Sahabat NilaiKu, video ini dari Pak Sukirno, Petani NilaiKu di Pasaman Barat yang sedang memberi perawatan terhadap tanamannya menggunakan Eco Farming. Kabarnya, pupuk organik Eco Farming mengusung konsep zero emition concept yang membantu para petani dalam menyelesaikan permasalahan pertanian.
“Betul bu, karena organik untuk menghidupkan tanah yang sudah lama mati kembali seperti semula. Dan unsur hara-nya naik lagi. Banyak cacing-nya tanah jadi gembur lagi. PH-nyapun bisa kembali normal…”
Zero emition concept artinya konsep pertanian yang dipegang teguh oleh para petani organik, seperti petani Jepang saat ini dikarenakan bahan ramah lingkungan. Jepang adalah salah satu negara yang berhasil dengan konsep ini.
Dalam mempertahankan kelestrian lingkungan petani di Indonesiapun telah lama memulai konsep ini dengan menggunakan pupuk-pupuk atau zat hara tanaman yang tidak merusak tanah dan lingkungan mereka. Bagaimana dengan Anda? apakah juga sudah mengutamakan pupuk yang ramah lingkungan? Yuk bagikan pengalaman Anda juga, disini.
“Hari Minggu kadang mager alias males gerak, ya udah! Gak perlu keluar rumah buat belanja atau jualan, cukup pakai handphone dan cari produk teman di NilaiKu. Kebutuhan kita terpenuhi, jualan teman laku terjual. Oh ya, Sobat NilaiKu sudah update terbaru aplikasi NilaiKu, kalau belum klik di sini“
“Saya menanam maka saya akan memanen, saya membagikan KBD UsahaKu di sosial media maka orang tahu saya menjual sesuatu. Selamat berakhir pekan! Ini hari Sabtu. Tetap ke sawah, berkebun dan bagikan kartu NilaiKu. Oh, ya! Temukan NilaiKu di facebook juga sahabat. Klik di sini.”
Karena Sobat NilaiKu di Pasaman Barat ini sering membagikan KBD produk usahanya, saya jadi tahu jika tanaman pepermint atau mint berhasil dibudidayakan di Indonesia dengan cara tanam hidroponik dan pasarnya pun terbuka lebar.
“NilaiKu membuat saya sebagai petani melek terhadap perkembangan bisnis di era digital, bisa berkawan, berbagi pengalaman, tanya harga lokal, informasi penjual dan saling tukar informasi dengan sesama petani di sekitar kita. Yuk, bergabung bersama Nilaiku https://nilai.to/menjadi-teman-nilaiku“
“Siapa bilang kita petani kurang update? Saya gak setuju! Hari ini saya dapat update harga cabe melalui teman sesama pengguna NilaiKu. Bisa juga lihat lokasi teman di atas peta. Apakah teman-teman sudah diperbarui versi NilaiKu-nya? Yuk kita sama-sama update aplikasi NilaiKu di Google Play microaid.nilaiku“
Hai Sahabat NilaiKu🙋🏻👋🏻 Modal Sosial adalah modal non uang yang dibangun dari pengalaman usaha dan nilai kepercayaan. Kepercayaan itu bisa saja diperoleh dari Teman dan Mitra Bisnis. Keterampilan bisnis didasari dari pengalaman usaha. Yuk, pakai NilaiKu, untuk tahu Modal Sosial kita.