fbpx

Mahani, Sosok Pengusaha Wanita Inspiratif dari Lombok Timur.

Di Lendang Nangka atau Pringgayudha yang merupakan sebuah desa di kecamatan Masbagik kabupaten Lombok Timur, ada seorang wanita yang cukup aktif bersosial media di berbagai platform, namanya Mahani. Dan sebagai seorang pengusaha pengolah hasil pertanian seperti cabe dan tomat menjadi makanan olahan dan produk turunan lainnya seperti abon cabe, sambal, sauce dan manisan, nama Mahani, ternyata sudah dikenal  luas hingga ke luar pulau Lombok, ia sadar betul bahwa pemasaran secara online adalah sebuah keniscayaan di zaman ini.

Berkat abon cabe yang ia kelola bersama Kelompok Wanita Tani Tetutetu, tak jarang dirinya disambangi para pejabat dari pemerintahan daerah setempat bahkan dari pemerintahan pusat sekalipun dengan tujuan melihat secara langsung bagaimana kiprah Mahani yang mempunyai semangat wirausahanya berlatar keresahannya melihat hasil panen para petani harganya sewaktu-waktu sering anjlok di pasaran.

Kunjungan Bangda ke KWT Tetutetu

“Karena harga cabe anjlok waktu itu, saya coba mengolahnya menjadi abon cabe, saus dan sambal dalam kemasan, terkadang saya keliling juga tanya ke para petani, mau nggak nih sambalnya ditukar dengan cabe segar?” terang Mahani kilas balik ikhwal terpikir dirinya memproduksi abon cabe yang diberi merk Abon Cabe Tetutetu.

Sejak memproduksi Abon cabe, gayung bersambut! Perhatian pun mulai datang dari berbagai level terlebih ketika dirinya mencoba meluaskan pasar secara online untuk mendistribusikan abon cabe, “Kebetulan saya pakai aplikasi NilaiKu untuk promosi dan menyebarkannya melalui sosial media, alhamdulillah kalau untuk produksi ada saja tergantung pesanan,” jelas Mahani yang kini sering diundang untuk mengikuti pameran kewirausahaan dan berbagai even lainnya.”Kesempatan tersebut kadang saya kasihin ke orang agar mereka kebagian, atau jika mereka tidak bisa, paling tidak produknya kami ikutsertakan dalam pameran,” imbuh Mahani.

Produk Abon Cabe Tetutetu

Menurut wanita yang lahir pada 27 juli ini, hingga kini kediaman dan rumah produksinya sering kedatangan tamu dari berbagai daerah dengan berbagai tujuan, seperti studi banding, berbagi pengalaman dan bahkan kegiatan liputan berbagai media, dan baru-baru lalu tim SCTV-pun tak luput memberitakan tentang pengolahan manisan tomat yang mereka buat, lagi-lagi dengan latar belakang yang sama, yakni anjloknya harga tomat.

“Jika ada tamu datang, ada yang menarik perhatian mereka, yakni banner NilaiKu yang dipasang ini, mereka tanya apa itu? Ya saya jelaskan ini adalah salah satu aplikasi yang saya pakai untuk melakukan promosi secara online, saya juga tak henti mengajak siapa saja yang punya usaha untuk bergabung menggunakan aplikasi NilaiKu,” terang Mahani, “Saya pun mengajarkan penggunaannya semampu saya,” imbuh dia.

Dari sebuah desa yang berada di lereng selatan gunung Rinjani, ternyata tidak saja ada objek wisata alam seperti sungai yang cantik, air terjun dan taman nasional rinjani hingga budaya masyarakatnya, tapi ada juga sosok perempuan berdaya yang bernama Mahani yang ingin teman-teman para pelaku usaha lainnnya maju dan sukses, karena sukses bersama lebih membahagiakan.

Mahani (tengah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.