fbpx

Kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, pada Jumat lalu (25/2) telah mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan hingga menimbulkan korban jiwa, luka berat dan luka ringan, sehingga menimbulkan trauma dan mengakibatkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal.

Data tempo.co mengatakan bahwa lebih dari 14 ribu warga Sumatra Barat masih mengungsi setelah gempa magnitudo 6,1 yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Kerusakan di Pasaman meliputi rumah 1.000 unit, fasilitas ibadah 1 unit, fasilitas pendidikan 2 unit dan kantor 2 unit. Kerusakan di Kabupaten Lima Puluh Kota meliputi rumah rusak berat 2 unit, rusak sedang 20 unit, rusak ringan 5 unit, tempat ibadah rusak sedang 1 unit dan kantor rusak sedang 1 unit. Sedang di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman, rumah rusak ringan masing-masing sebanyak 1 unit.

Mengatasi Trauma gempa terhadap anak-anak

Pengungsi-pengungsi itu berada di wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. Dan salah satu warga yang terkena dampak gempa tersebut diantaranya adalah Syaiful, Sahabat NilaiKu yang merupakan pengrajin dan seniman batok kelapa yang pernah menjadi nara sumber di program Halo NilaiKu,klik link untuk lihat video: ((1) Halo NilaiKu Edisi 32 | Keresahan Saiful, Pengrajin Batok Pasaman Barat di Masa Pandemi – YouTube), terpaksa harus tinggal di pengungsian karena rumahnya tak bisa ditinggali lagi dengan kerusakan yang sangat parah.

Untuk itu, beberapa anggota Keluarga Besar NilaiKu MicroAid tergerak untuk memberikan sejumlah donasi berupa sejumlah uang dan non uang. Dan seperti yang kita tahu bahwa Pasaman Barat merupakan salah satu daerah basis pengguna aplikasi NilaiKu di wilayah Sumatera.

“Sebagai keluarga NilaiKu, kami berharap, sedikit atau banyak hal tersebut bisa meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ungkap sumber yang tidak bersedia disebut namanya.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, BNPB mencatat berdasarkan data hari Selasa lalu ada sekira 8.000 warga Pasaman Barat mengungsi di 35 titik yang berada di Kecamatan Talamau, Pasaman dan Kinali. Sedangkan di Kabupaten Pasaman, sebanyak 6.785 warga mengungsi.

Dan kabar terbaru menurut sejumlah media mainstream pengungsi gempa mulai diserang sejumlah penyakit di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Kurangnya kebersihan di pengungsian dan perubahan cuaca disebut menjadi penyebabnya.

Di Pasaman Barat, terdapat 14 posko besar pengungsian. Lokasi pengungsian dengan jumlah pengungsi terbanyak ada di halaman kantor Bupati Pasaman Barat. Di tempat tersebut, terdapat lebih kurang 2.800 pengungsi (kompas).

Kondisi tersebut selayaknya dapat mengetuk hati siapa pun untuk dapat memberikan perhatian terhadap korban gempa Pasaman Barat melalui sejumlah donasi dalam rangka meringankan saudara-saudara kita yang terdampak.

Salah satu rumah yang rusak parah terkena gempa

Untuk yang tergerak hatinya untuk berdonasi bisa menghubungi PMI Pasaman Barat atau koordinator pengungsi dan juga sebagai koordinator pengguna NilaiKu di Pasaman Barat, Lusi Intan Sari di: +62 812-6853-7411.

Doa kami dari Keluarga Besar NilaiKu bagi seluruh korban bencana gempa bumi di Pasaman Barat. Semoga Allah SWT memberi perlindungan dan keselamatan serta kehidupan yang lebih baik pasca bencana ini. Salam 5 Jari!

Flyer donasi PMI

Bagikan Ke Sosial Media

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita/Artikel Lainnya