fbpx Skip to content

Layang-layang Garut Terbang Tinggi Bersama NilaiKu

“Kuambil bambu sebatang, kupotong sama panjang, kutimbang dan kuikat dengan benang, kujadikan layang-layang”.

Begitulah lirik lagu Layang-layang yang diciptakan oleh pak Kasur, komposer yang juga merupakan salah satu tokoh pendidikan di Indonesia, beliau menggambarkan betapa sederhananya proses membuat layang-layang dengan hanya berbahan dasar bambu, kertas dan benang. Meski demikian butuh keahlian khusus dalam membuatnya agar seimbang pada saat diterbangkan.

Sejak pandemi terjadi dan diberlakukannya WFH (Work from Home) alias kerja dari rumah, akivitas fisik perseorangan menjadi hype atau disenangi kembali! Misalnya kegiatan bersepeda, bercocok tanam, memelihara ternak, memancing dan bahkan, bermain layang-layang.

Dan, menyoal hal yang disebut terakhir tadi, menjadikan pembuat layang-layang kebagian cuan karena ada banyak permintaan pasar, bahkan beberapa media arus utama sempat mengabarkan, bahwa ternyata ada penjual layang-layang yang omsetnya bisa kebagian belasan juta per bulan sejak diberlakukannya WFH.

Mendapat pesanan layang-layang untuk dikirimkan ke daerah lainnya

Adalah Gern Boriel, Sahabat NilaiKu Garut, beberapa hari lalu mempromosikan layang-layang produk saudaranya, ia memposting gambar layang-layang melalui aplikasi NilaiKu dan kemudian secara spontan Jalu Wardhana memesan beberapa buah layangan, Gern bersaudara akhirnya membuat layang-layang sesuai pesanan Jalu Wardhana yang meminta gambar custom yakni bergambar logo NilaiKu. Tak, berhenti di sana, Gern kembali membagikan layang-layangnya di WAG NilaiKu, gayung pun bersambut! Lusi Intan Sari, Sahabat NilaiKu di Pasaman Barat meminta Gern membuat 20 unit layangan bergambar logo PMI, dan mereka menyanggupi, akhirnya layang-layang pun terbang tinggi bersama NilaiKu ke pulau Sumatera. Lihat link Modal Sosial Gern: Klik di Sini

Bagi masyarakat pedesaan bermain layangan bersama teman merupakan hal yang wajib dilakukan, selain menyenangkan! Biasanya, layang-layang diperjual belikan di musim tertentu saja. Mereka bermain layangan di lapangan terbuka atau halaman rumah dan pesawahan pada sore hari saat cuaca cerah ketika ada angin sepoi-sepoi dan bertiup kencang.

Anda ingin menikmati bagaimana susasana desa saat layang-layang diterbangkan? Tonton video berikut:

Bagikan Ke Sosial Media

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita/Artikel Lainnya