fbpx Skip to content

Pocong! Perlakuan Istimewa terhadap Padi.

Sahabat NilaiKu, Padi adalah salah komiditi yang bervolume banyak sehingga pada saat pasca panen ia membutuhkan ruang yang cukup luas atau setidaknya harus ada tempat dan wadah yang mampu menampung volume padi yang dipanen dalam jumlah tertentu. Maka untuk menyimpannya diperlukan karung plastik atau karung goni dan ditempatkan di ruangan yang difungsikan sebagai gudang.

Masyarakat Indonesia mengenal kearifan lokal dalam mengolah hasil panen, salah satunya lumbung padi yang dipersiapkan untuk ketahanan pangan sebuah komunitas atau wilayah. Di Jawa Barat dan Banten, lumbung padi pada umumnya disebut leuit. Leuit berfungsi sebagai gudang logistik, dan kemungkinan karena di zaman dahulu penggunaan karung plastik atau goni masih terbatas, maka gabah padi tidak dilepaskan dari tangkainya sejak saat memotong padi di sawah hingga padi dikeringkan dan siap disimpan di leuit.

Cara memperlakukan padi dengan mengikat tangkainya tanpa melepaskan gabah setelah dipanen menggunakan ketam, etem atau ani-ani (alat tradisonal pemotong tangkai padi) dengan ukuran tertentu dalam satu ikatnya disebut satu pocong,  perlakuan istimewa terhadap padi seperti ini sudah terbilang jarang, tetapi kita masih bisa menemukannya di beberapa daerah, diantaranya di salah satu wilayah Kabupaten Sukabumi yang bernama  Kasepuhan Ciptagelar.

Photo: Kasepuhan Ciptagelar

Tidak ada aturan baku untuk jenis padi  atau spesikasi tertentu yang diperlakukan seperti ini, namun pertengahan tahun 80-an  seingat penulis, masyarakat Priangan Timur masih memperlakukan padi dengan cara mengikat tangkainya terutama pada jenis padi ketan untuk membedakannya dengan padi yang menghasilkan beras pada umumnya. Selain di Kabupaten Sukabumi, perlakuan istimewa terhadap padi masih bisa kita jumpai di  Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Masyarakat adat Cisungsang  memaknai  padi dengan sangat luar biasa luar biasa istimewa, padi dianggap sebagai simbol kemakmuran. Ratusan pocong padi bisa kita lihat dalam acara Seren Taun  yang merupakan bentuk syukur atas melimpahnya panen padi. Sayangnya, tidak semuanya terbuka untuk umum. Tetapi, hampir seluruh rangkaian acara Seren Taun ini memperlihatkan bagaimana krusialnya padi terhadap kehidupan warga adat Cisungsang.

Padi Pocong pun dikenal oleh para petani di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.Bagaimana dengan Anda, Sahabat NilaiKu? Apakah cukup sering mendengar istilah Padi Pocong dan pernah melihat secara langsung?

(Artikel ini ditulis oleh: Danang Hamid, Petani Tasikmalaya)

Bagikan Ke Sosial Media

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berita/Artikel Lainnya