fbpx Skip to content

Fitri, Pasaman Barat: Saya Iri dengan Ibu Mahani

Sudah banyak kisah tentang seseorang yang sukses dalam berkarya banyak yang ternyata berawal dari hobi, dan di kemudian hari hobi tersebut bahkan berubah menjadi usaha andalannya dalam meraih pundi-pundi bagi kesejahteraan hidupnya. Hal ini dikarenakan kegiatan usaha dan karya apapun yang bertolak dari kesenangan akan terasa lebih seru, jujur dan berbuah manis, bahkan dalam dunia usaha bisa menjadi salah satu cara yang tepat dalam memulai bisnis.

Salah seorang Sahabat NilaiKu di Pasaman Barat, Fitri merupakan bagian dari sekian banyak orang dengan passion berbisnis berdasarkan kesenangan. Dan sebagai seorang yang juga bekerja staff keuangan di PMI Pasaman Barat, Sumatera Barat sudah barang tentu ia memiliki kesibukan yang tak kalah banyaknya dengan profesi lainnya.

Namun, perempuan kelahiran 13 Januari tiga puluh tahun silam ini selalu menyempatkan diri untuk membuat takoyami, bayam goreng dan ragam kuliner lainnya yang harus ia produksi untuk memenuhi pesanan para langganannya di sekitar Pasaman Barat. Dan Fitri mendapatkan langganan produk usahanya berkat share KBD NilaiKu yang ia sebarkan melalui pesan Whatsapp.

“Kami diajak bergabung dengan NilaiKu oleh pak Rida Warsa, kepala markas (PMI) kami. Saya tanya, NilaiKu itu apa? Awalnya, nggak ada yang respon, Mungkin karena kita tahu NilaiKu itu untuk para petani, karena Pak Rida-nya juga seorang penyuluh pertanian makanya bagus untuk dia,” kenang Fitri ikhwal perkenalan awalnya dengan NilaiKu.

Keripik bayam, salah satu produk olahan Fitri, Sahabat NilaiKu Pasaman Barat (illustrasi)

Tetapi setelah ia mendapatkan penjelasan tentang NilaiKu salah satunya mengenai kemampuan fitur NilaiKu dalam mempromosikan produk, akhirnya Fitri menginstall aplikasi NilaiKu.

“Biarpun kami bekerja di PMI, tapi kan kebetulan (usaha) sampingannya banyak, saya jualan ini itu, makanya saya coba NilaiKu,” lanjut Fitri, ia sangat menyukai KBD NilaiKu karena sangat memudahkan ketika ia akan promosi produk secara oinline, sederhana karena tidak harus mengupload foto dan keterangan produk berulangkali, “Itu yang saya suka, tinggal share saja dari yang sudah ada, beres!” tegas Fitri kepada nilaiku.id, Rabu (20/01/21).

Meskipun telah bekerja, hal tersebut tidak menyurutkan hasrat wirausaha Fitri. Menurut pengakuannya, sejak kelas dua SD ia merasa memiliki jiwa wirausaha.  

“Kelas dua SD saya jualan majalah bekas yang dihargakan lima ratus rupiah, seingat saya ada lah sekitar lima puluh majalah bekas yang terjual,” kenang Fitri saat dirinya pertama kali mendapatkan uang sekira Rp 25.000,- dari hasil usahanya.

“Ceritanya, saya kan langganan Majalah Bobo ada teman main ke rumah, dia bilang, Ay! Banyak kali Bobo-nya kenapa nggak dijual? Saya bilang nggak lah ini bekas saya, tapi  karena didorong sama teman akhirnya saya jual juga esok harinya saya bawa ke sekolah, karena saya belinya seribu rupiah, berhubung bekas saya jual lima ratus rupiah,” cerita Fitri mengenang bahagia di masa kecilnya.

Selain karena keluarganya memiliki basic UMKM dan usaha kuliner yang secara otomatis memberikan pengaruh pada minat dan kemampuannya dalam memasak dan berwirausaha, saat ini spirit dalam berwirausaha Fitri kian besar setelah bergabung dengan NilaiKu.

“Saya iri dengan kegigihan ibu Mahani dalam membagikan KBD, semangat Bu Mahani dalam berwirausaha sangat luar biasa. Beliau yang sudah ibu-ibu saja sedemikian bagusnya dalam berwirausaha, mengapa saya lebih muda tak bisa seperti dia?” ungkap Fitri yang termotivasi oleh Mahani, Sahabat NilaiKu Lombok Timur, Fitri merasa bahwa kegigihan dan ketekunan dalam usaha merupakan kunci dalam keberhasilan.

Beberapa produk usaha Fitri yang ia perkenalkan melalui KBD NilaiKu antara lain Takoyami, Keripik Bayam, Langkicut (Lingkitang Muara/ Siput Muara). Anda ingin mencicipi  produk olahan Fitri? Klik link Modal Sosial Berikut: https://nilaiku-rama.microaid.io/profile/

Bagikan Ke Sosial Media

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Cerita Lainnya